MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com

http://assets.mixpod.com/swf/mp3/mixpod.swf?myid=83102546&path=2011/06/24
MusicPlaylistView Profile
Create a MySpace Playlist at MixPod.com

We belong together

Title : We belong together
Genre : Romance, comedy ancur (?)
Cast : Park Minjee, Kim Kibum – Key, Lee Jinki
Other cast : Park Miorin, Kim Yoona, Park (Lee) Taemin, Choi Minho and Kim Jonghyun
Rated : Teenager
Backsound : Mariah Carey – We belong together

***

“Minjee, kau yakin tidak akan mendatangi pesta itu?” tanya Yoona untuk yang ke-lima kalinya. yeoja yang dipanggil Minjee hanya menoleh malas-malasan. ia menatap kedua sahabatnya yang tengah menyiapkan diri untuk menghadiri prom night party disekolahnya.

“Yoon, jawabanku tetap sama. aku akan tetap disini. lagipula, eomma sedang sakit. anak macam apa yang pergi bersenang-senang, sedangkan ibunya sedang sakit dirumah?” tutur Minjee tegas, membuat Miorin tertawa. Minjee langsung memberikan smirk super sinis yang dimilikinya kepada Miorin.

“tumben kata-katamu bijak? salah minum obat ya??” komentar Miorin. yang langsung mendapatkan serangan bantal dari Minjee.

“pergilah, Minjee. eomma tidak apa-apa sendiri dirumah. lagipula sebentar lagi Taemin pulang kok…” ucap seorang wanita paruh baya yang tiba-tiba muncul di ambang pintu kamar Minjee. dua yeoja bernama Miorin dan Yoona langsung merunduk sopan terhadap wanita itu.

“no. aku tidak akan membiarkan eomma ditemani si bocah pengacau itu…” tolak Minjee, membayangkan hal yang mengerikan akan terjadi jika adik laki-lakinya menjaga eommanya.

“gwaenchana, Minjee-ah. kalian bertiga, bersenang-senang lah..” tutur Park ahjuma, ia tersenyum kemudian menutup pintu kamar Minjee. Miorin dan Yoona saling berpandangan kemudian tersenyum.

“mwo??” Minjee menatap kedua temannya yang saling tersenyum. ia merasakan sebuah firasat buruk.

“ya! kalian mau apa??” eluh Minjee ketika kedua temannya menarik tubuhnya untuk duduk di depan meja rias.

***

“senyum sedikit kenapa… cemberut melulu..” omel Yoona, ketika melihat wajah Minjee yang daritadi cemberut melulu.

“gimana mau senyum. lagipula kan sudah kubilang aku nggak mau ikut ke acara ini. kalian sih enak, udah punya pasangan masing-masing. uhhh, mana highheel-nya tinggi banget pula..” keluh Minjee. belum selesai mengeleuh, tubuhnya langsung ditarik (lagi) menuju ke dalam ruangan oleh kedua temannya.

“ehm, halo princess…” sapa seorang namja yang bernama Jonghyun. Yoona langsung menghampiri Jonghyun. begitu pula dengan Miorin, ia langsung menghampiri Minho. mereka berpencar meninggalkan Minjee sendirian. Minjee menggerutu kesal melihat temannya yang langsung meninggalkan dirinya begitu saja ketika melihat namja chingunya datang.

‘pabbo! harusnya tadi aku gak usah dateng kesini! kalo akhirnya cuma ditinggal sendirian begini..’ gerutunya. dengan langkah yang sedikit terseok-seok, ia berjalan ke arah pojok ruangan. duduk. dan memandangi setiap pasangan yang tengah berdansa dengan pasangannya masing-masing.

saat menyadari ada seorang namja yang duduk disebelahnya, ia menoleh. melihat namja yang sudah pasti sangat dikenal disekolahnya. Kibum, atau yang sering dipanggil Key. namja yang populer, namun sok cool dan belagu *author ditabok locket*

Minjee hanya mendengus pelan. kemudian kembali mengalihkan pandangannya ke arah lain.

“mana pasanganmu?” Minjee kembali menoleh kearah samping. dan menatap Key malas-malasan.

“apa motivasimu bertanya hal itu padaku?” tutur Minjee, yang langsung disambut dengan tawa oleh Key. Minjee hanya megernyitkan dahi melihat namja didepannya. ‘apa lucunya?’ pikirnya dalam hati.

“heummm.. apa yah? aku juga tidak tahu apa motivasiku bertanya hal ini padamu. sudahlah, jawab saja apa susahnya sih?”

“kalau aku punya pasangan tidak mungkin aku duduk disini sendirian..”

“kau tidak sendirian, lady…” tutur Key, kemudian mengulurkan tangannya kearah Minjee. Minjee menatapnya heran.

“apa?” tanyanya galak.

“aku tau sekarang apa motivasiku, untuk mengajakmu berdansa. lagipula, aku juga tak punya pasangan disini..”

“banyak yang mengantri untuk jadi pasanganmu, Kim Kibum..” seru Miorin, matanya menunjuk ke arah gerombolan yeoja-yeoja yang tengah menatap Minjee sinis. Key hanya mengacuhkan *ato budek? #ditabok lagi*, kemudian menarik tangan Minjee ke tengah lantai dansa, dan bergabung dengan pasangan-pasangan lainnya yang tengah berdansa.

“hyaa.. aku kan belum bilang aku mau jadi pasanganmu….” ucapan Minjee terhenti seketika saat Key menaruh jari telunjuknya di bibir Minjee. Key tertawa pelan ketika melihat semburat merah muncul di pipi Minjee.

***

“gomawo, telah menemaniku hari ini.. dan juga mengantarku sampai kerumah..” ucap Minjee pelan. Key hanya tersenyum lalu mengusap puncak kepala Minjee lembut. perasaan aneh muncul tiba-tiba dalam diri Minjee.

“chonmaneyo.. sudah malam, sana masuk!” suruh Key.

“kau pulang saja duluan. baru nanti aku masuk..”

“aku baru akan pulang ketika melihat pintu rumahmu tertutup..”

“huuu.. dasar keras kepala. geure, aku masuk duluan. annyeong!” seru Minjee kemudian membuka pintu pagar rumahnya. baru beberapa langkah, Minjee baru sadar bahwa jas Key yang ia pinjamkan sebelum pulang masih ia kenakan. Minjee membalikan tubuhnya dan bersiap untuk melepas jas Key.

“tidak usah dilepas, suhu malam ini sangat dingin..” tutur Key.

“tap-tapi..” ucapannya terhenti ketika melihat Key melipat kedua tangannya di dada, ia menautkan kedua alisnya dengan maksud penolakan.

“ya ya.. akan ku pakai. lalu kembalikannya kapan?”

“tak perlu dikembalikan. sudah sana masuk!”

***

sebulan berlalu, setelah berkutat dengan beberapa tes di universitas ia dan kedua temannya resmi menjadi mahasiswi Parang university. Minjee mengambil jurusan sastra bahasa. sedangkan kedua temannya, Miorin dan Yoona mengambil jurusan kesenian.

Minjee melangkahkan kakinya menelusuri koridor kampusnya. hari ini adalah hari pertamanya menjadi mahasiswa.

setelah menemukan ruang kelas, ia memasukinya. kelas sudah cukup ramai. tempat duduk pun sudah penuh. hanya dua meja yang masih tersisa bangku.

awalnya, Minjee ingin memilih meja yang belakang. namun saat melihat seorang namja yang tengah tertidur sembari menelungkupkan kepalanya ke meja, niatnya pun batal. ‘orangnya tukang tidur. nanti aku dipintain catetan melulu lagi…’ pikirnya. ia pun memilih meja yang satunya lagi.

“bangku ini kosong kan?” tanya Minjee sekedar basa-basi. namja yang tengah membaca buku mendongak. ia mengangguk lalu tersenyum. setelah merasa mendapat izin, Minjee pun duduk disamping namja itu.

Miorin melirik namja disampingnya yang masih membaca. karena penasaran, diliriknya judul buku yang dibacanya.

kamus b.inggris lengkap

‘tapi kok tulisannya terbalik ya?’ pikirnya. saat melirik ke arah halaman buku. Minjee nyaris saja tidak bisa menahan tawanya.

“ppff~” ia menutup mulutnya yang nyaris tertawa. merasa ada yang aneh, namja disampingnya menoleh.

“ada apa?”

“conan edisi 78 ya? aku juga udah baca kok. Sinichi disitu keren banget!” tutur Minjee, masih menahan tawa. namja di sampingnya hanya tergagap menahan malu. ‘sial, gue ketauan..’ batinnya.

“santai aja.. gausah panik begitu. ekspresimu udah kayak maling ketauan nyuri ayam…” otomatis mereka berdua tertawa. di sela tawa, namja disampingnya mengulurkan tangannya.

“Jinki, Lee Jinki”

“Minjee, Park Minjee”

***

“geure, kelas hari ini cukup sampai disini dulu..” tutur Kim sonsaengnim menyudahi pelajaran, kemudian berjalan keluar kelas. semua murid berbondong-bondong berjalan keluar kelas.

“mau ikut kekantin?” tanya Jinki, Minjee hanya menoleh sekilas. kemudian kembali merapikan barang-barangnya di meja.

“ngapain? kantin pasti ramai jam segini”

“kutraktir ramyun, otte?” mendengar kata makanan, Minjee langsung menoleh dan mengangguk antusias.

“heu.. denger kata makanan aja, semangat..” cibir Jinki. Minjee hanya mesem-mesem. kemudian mereka pun berjalan ke arah kantin.

“Minjee !” sapa seorang namja. mendengar namanya dipanggil, Minjee menoleh kebelakang dan mendapati namja yang sangat dikenalnya.

“Key?” tanya Minjee meyakinkan. Key menghampiri Minjee. sejenak melemparkan pandangan tidak suka ke arah Jinki.

“kau kuliah disini? jurusan apa?” tanya Minjee.

“sama denganmu. kau yeoja yang duduk di barisan kedua? tadi aku tidak sengaja melihat mu..” tutur Key menyunggingkan senyuman terhadap Minjee.

“dia siapa?” tanya Jinki yang daritadi hanya diam memperhatikan Key dan Minjee berbicara.

“ah, dia Key. teman sma ku”

“annyeong. Lee Jinki imnida”

“Key. Kim Kibum, biasa dipanggil Key. kalian berdua mau kemana?” tanya Key setelah berkenalan dengan Jinki.

“kantin. mau ikut?” tawar Miorin. Key mengangguk. mereka bertiga pun berjalan ke arah kantin.

@kantin

“aigoo.. kau ini seperti anak kecil deh. makan aja masih berantakan..” cibir Jinki. tangannya terangkat lalu mengusap sudut bibir Minjee. mencoba menghilangkan noda kari yang terdapat di sudut bibirnya. Key, yang melihat kejadian didepannya hanya diam. dalam hati merasakan segenap perasaan ganjil dan tidak suka saat melihat Jinki yang begitu perhatian terhadap Minjee.

Minjee hanya cengar-cengir ga jelas saat diperlakukan seperti itu. sekilas ia melihat Key yang menatap mereka berdua.

“kalian sudah kenal dari kecil ya?” tanya Key akhirnya. Minjee dan Jinki saling pandang. lalu tertawa kemudian.

“anni. baru hari ini kami kenal. saat melihat insiden ‘kamus b.inggris’..” tutur Minjee. tawa Jinki semakin menjadi-jadi.

‘baru kenal hari ini, tapi kok seakan-akan mempunyai hubungan tertentu..’ pikir Key.

***

“rumahmu ke arah mana Jinki?” tanya Minjee. ketika mereka bertiga tengah berjalan beriringingan menuju gerbang kampus.

“hmm.. arah ke apgujeong-dong.. ah, aku duluan yah! harus ke toko buku dulu. annyeong!!” seru Jinki lalu berjalan meninggalkan mereka berdua.

setelah ditinggal Jinki. mereka berdua berjalan bersama menuju ke halte bus, karena memang rumah mereka searah. sampai di halte, mereka hanya diam.

“jujur, aku kurang suka melihat kedekatanmu dengan Jinki” ucap Key pelan, namun terdengar jelas oleh Minjee.

“hng? memangnya kenapa??” tanya Minjee masih belum peka atas apa yang dibicarakan oleh key. ‘nih anak beneran gak tau apa bener-bener ga peka sih?’ gerutu Key dalam hati.

“sudahlah, lupakan saja apa yang kubicarakan tadi.. kajja! busnya sudah tiba” tutur Key. ia bangkit dan mulai menaiki bus tersebut. begitu juga dengan Minjee. di perjalanan, sesekali Minjee melirik ke arah Key yang melempar pandangan ke arah luar jendela.

‘kenapa Key ga suka ngeliat aku akrab dengan Jinki? atau jangan-jangan…’

***

“aku pulang!!” seru Minjee. ia melempar tasnya begitu saja. dan langsung menjatuhkan diri disofa. ia memejamkan matanya. hingga seorang mengganggu istirahatnya. Minjee menoleh kesal kearah adik laki-lakinya yang tengah uring-uringan sambil memegang ponselnya.

“kenapa sih? tiba-tiba kayak orang autis begitu??” omel Minjee yang kesel banget ngeliat Taemin ngomel-ngomel sama angin. Taemin menoleh, menatap noonanya dengan puppy eyes yang dia punya.

“noona…~” rengek Taemin. Minjee mendelik kesal melihatnya.

“apa? minta beliin permen? minta sana sama Hyemi!” ucap Minjee sembari menyebut nama yeoja chingu Taemin. Taemin makin semangat ngomel sama angin gara-gara Minjee nyebut-nyebut nama Hyemi. ‘alamat ngga enak nih..’ batin Minjee

“noona..~” rengek Taemin lagi. Minjee tambah gedeg ngeliatnya.

“apaan sih?”

“noona..~”

“sekali lagi ngomong noona, kutimpuk kamu pake sepatu!” ancem Minjee sambil siap-siap ngelepas sepatunya yang emang daritadi belom dilepas. Taemin mengkerut liat noonanya ngamuk.

“iya-iya ampun!” seru Taemin siaga satu (?). Minjee kembali menatap Taemin dengan tatapan kenapa-sifatmu-kok-kaya-penghuni-rsj?

“Hyemi noona…”

“kenapa? kamu diputusin? apa si Hyemi udah ketemu namja yang lebih macho ketimbang kamu?” mendengar omongan noonanya yang ngaco Taemin langsung mencubit lengan Minjee.

“bukaaan!! ngaco aja deh noona..” seru Taemin. ia menghela nafas, bikin Minjee geregetan.

“terus apaan?”

“Hyemi noona marah sama aku, gara-gara aku nggak bales sms nya..” tutur Taemin. kepala mengadah keatas. entah karena efek sedih ato lagi ngeliat cicak kejar-kejaran *plaaak*.

“yaelah.. yaudah, bales aja smsnya Hyemi. gitu aja kok repot, pake mengehela nafas segala” gerutu Minjee. Taemin kembali menatap noonanya dengan puppy eyes-nya.

“masalahnya…. pulsaku limit..” kata Taemin pelan. pelan banget, nyaris tidak terdengar. tapi begitu Minjee mencerna kata-kata Taemin barusan, Minjee langsung meraih bantal disampingnya dan di lempar *ato dibekep kali ya?* tepat di wajah imut Taemin.

“salah sendiri miskin!” omel Minjee. ia langsung membuka sepatunya dan meraih tasnya yang tergeletak. lalu berjalan menuju kamarnya. menghiraukan omelan Taemin yang ga terima dibilang miskin *loh, kenyataan kan? #digaplok*.

ia menjatuhkan diri (lagi) di tempat tidurnya. kali ini Minjee bener-bener tidur. namun itu tidak terjadi lama karena seorang mengganggunya (lagi). Minjee kesal karena ada yang mencubit kakinya. siapa lagi kalo bukan si imut marmut Taemin? *plaak*

“aigoo.. apaan sih Taem? ga bisa ya ngeliat noona santai sedikit aja?” omel Minjee. yang diomelin cuma nyengir kuda.

“heee.. ada orang yang mau ketemu noona”

“nugu?”

“namja” ujar Taemin. Minjee menaikkan satu alisnya. akhirnya ia berjalan menuju keruang tamu untuk menemui orang yang dimaksud Taemin.

“eum.. nuguya?” tanya Minjee. mendengar suara, namja tersebut pun memutar tubuhnya menjadi berhadapan dengan Minjee. namja tersebut tersenyum kepada Minjee.

“Key?? ada apa kau kesini?”

“Minjee, mau temani aku?”

“kemana?”

“hemm.. membeli sesuatu. kajja~” tutur Key. ia langsung menarik tangan Minjee, walau belum meminta persetujuan darinya.

“aigoo..ya! kenapa kau selalu menarik-narik tanganku? memangnya aku kucing, main ditarik-tarik sembarangan” gerutu Minjee setelah ia duduk di jok mobil Key. Key hanya tertawa pelan mendengar keluhan Minjee.

‘yaah. kau adalah kucingku yang manis~’ ucap Key dalam hati.

***

“sebenernya kamu mau beli apaan sih? kok kita ada ditempat aksesoris untuk perempuan??” tanya Minjee. Key tidak menjawab. ia masih sibuk melihat-lihat aksesoris yang kira-kira cocok untuk seseorang. Minjee hanya mengekor dari belakangnya.

“Key!” seru Minjee. Key menoleh.

“mwo?”

“kau dengar ga sih, aku ngomong apa?”

“eng-gak” jawab Key jujur. Minjee gedek. ‘berarti dari tadi gue ngomong sama angin dong?!’ omel Minjee dalam hati. Key kembali melihat-lihat. menghiraukan Minjee yang masih ngomel dalem hati (?).

“Minjee, kira-kira aksesoris yang tepat untuk seorang yeoja apa ya?” tanya Key akhirnya.

“yeoja nya seperti apa? memang siapa yeoja yang ingin kau beri aksesoris? eomma-mu?”

“anniya! aksesoris ini… untuk yeoja yang kusuka..” tutur Key pelan. Minjee diam. entah kenapa ia merasa gejolak aneh saat Key berbicara. Minjee hanya diam, tidak memperhatikan Key yang bicara panjang lebar tentang yeoja yang disukainya.

“Min.. Minjee?? gwaenchana??” tanya Key, saat sadar yeoja didepannya hanya diam menanggapi omongan Key.

“a-aa… ne. gwaenchana..”

“heum.. geure, kira-kira apa yang cocok untuk yeoja itu?”

“yeoja yang mana? ciri-cirinya?”

“hemm.. dia cukup pendiam. dan polos..”

“ummm.. igeo! otte??” tanya Minjee. tangannya terjulur mengambil cincin berbentuk buah cherry warna ungu pada buahnya dan hijau pada daunnya. Minjee menunjukkan cincin tersebut pada Key.

melihat cincin tersebut Key tersenyum. ia mengambil cincin tersebut dari tangan Minjee. dan tiba-tiba, ia memakaikan cincin tersebut dijari manis tangan Minjee. Minjee sedikit terkejut dengan perlakuan Key.

“wahh~! cocok! aigoo.. manis sekali, semoga saja dia suka!” seru Key senang. Minjee hanya tersenyum pelan menanggapinya.

‘andai cincin ini buatku…’ lirihnya dalam hati.

***

“gomawo, telah menemani ku hari ini!” tutur Key. Minjee berdiri disamping mobil Key. dan tersenyum pelan.

“nee, gwaenchana..”

“geurom, aku pulang dulu. annyeong!” seru Key. Minjee hanya melambai pelan hingga mobil Key perlahan hilang ditikungan yang tak jauh dari rumahnya. saat melihat mobil key sudah tak ada lagi, Minjee menghela nafas pelan. lalu memasuki rumahnya.

“aku pulang..” seru Minjee lesu.

“akhirnya kau pulang juga, Minjee.. kemarilah, ada yang ingin appa bicarakan..” tutur Park ahjussi, appa Minjee. Minjee mengerutkan dahinya bingung. lalu melangkah perlahan ke arah appanya. disana juga terdapat Park ahjumma dan juga Taemin. Minjee duduk di sebelah Taemin. berhadapan dengan appa dan eommanya.

“perusahaan appa… terancam bangkrut..” ucap Park ahjussi pelan. Minjee terbelak kaget. shocked. sedangkan Park ahjumma hanya menghela nafas pelan.

“m.. mwo?? waeyo appa?! lalu, kita bagaimana??”

“maka dari itu. appa dan rekan bisnis appa telah sepakat, untuk menjodohkanmu dengan anaknya..”

“MWO??! appa sudah gila ya?! aku kan masih kuliah. baru juga hari pertama kuliah…” seru Minjee kaget. ia benar-benar shock dengan perkataan appanya barusan. Park ahjussi menghela nafas berat. lalu menatap anak sulungnya dengan tatapan lirih.

“mau bagaimana lagi, Minjee.. ini semua sudah keputusan. agar kita bisa menyambung hidup lagi..”

“ta-tapi.. tidak seperti ini juga dong, appa!” bantah Minjee, masih tidak terima.

“Minjee. sopanlah sedikit pada appa-mu..” tutur Park ahjumma. Minjee semakin menjadi-jadi. ia beranjak dari duduknya dan menatap kedua orang tuanya dengan tajam.

“jadi, harta lebih penting dari aku? NE?! BEGITU??!” teriak Minjee parau. perlahan air bening mulai menetes dari pelupuk matanya. air mata tersebut semakin jatuh deras ketika melihat reaksi orang tuanya yang hanya diam menunduk.

“APPA DAN EOMMA JAHAT!!!!” teriak Minjee. ia langsung berlari menuju kamarnya. sampai dikamarnya, ia langsung menjatuhkan dirinya diranjang. dan menangis sejadi-jadinya.

“noona…” seru Taemin. ia menghampiri noonanya yang tengah menangis tersedu-sedu. Taemin menatap noonanya lirih. lalu perlahan mengusap punggung noonanya.

“sabarlah noona… mianhae, aku tak dapat membantu noona… aku memang adik yang tidak berguna…” lirih Taemin. perlahan airmata mulai menetes dari matanya. Minjee bangkit, dan menatap adik laki-lakinya yang kini tengah menangis.

“a-anniya… ini semua.. bukan salahmu..” tutur Minjee sesenggukkan. ia mencoba menghapus airmata Taemin. dan itu malah membuat Taemin menangis semakin deras. dan jadilah mereka berdua menangis bersama.

***

Minjee melangkahkan kakinya dengan gontai menuju kelasnya. begitu sampai di ruang kelas, ia langsung duduk dibangkunya. menghiraukan tatapan Jinki yang merasa aneh terhadap Minjee.

“yah.. gwaenchana?? kau habis menangis ya semalam?” tanya Jinki langsung. Minjee menoleh dengan lemas kearah Jinki. Jinki langsung menunjuk kearah mata Minjee yang sembab. Minjee hanya menggeleng pelan. dan menatap kosong ke arah depan.

Jinki menghela nafas pelan. ‘segitu sedihnya kah kau Minjee..?’

***

“Minjee.. ppali. keluarga Lee sudah datang…” tutur Park ahjumma. Minjee menoleh dengan malas-malasan. lalu beringsut mendekati eommanya yang tengah duduk di ruang tamu. Minjee pun duduk disebelah eommanya.

“aigoo… ini putrimu? noumu yeppeo..” puji Lee ahjumma. Park ahjumma tersenyum. sedangkan Minjee sibuk mengumpat dalam hati.

“geure.. akan kupanggilkan putraku. Jinki, ayo masuk..” tutur Lee ahjumma. Minjee langsung tersentak begitu mendengar Lee ahjuma berbicara. ‘Jinki?? ga mungkin Lee Jinki yang satu fakultas denganku kan??’ serunya dalam hati.

seorang namja memasuki ruang tamu. melihat namja tersebut, Minjee semakin kaget. sedangkan namja tersebut terlihat biasa-biasa saja. bahkan tersenyum kearah Minjee.

“Ji.. Jinki??!”

“annyeong Minjee..” sapa Jinki pelan. Minjee shock. karena ia dijodohkan oleh temannya sendiri. mungkin bagi setiap orang ini akan menjadi lebih mudah untuk pendekatan. begitu juga dengan Minjee. namun, entah mengapa hati kecilnya berontak. dan bayangan wajah Key malah menghiasi otaknya sekarang.

‘gak.. ga mungkin kalau aku suka sama Key. lagipula, dia pasti tidak peduli, ia kan sudah punya yeoja yang disukai..’ lirihnya dalam hati.

***

“nananana~~” Key sibuk dengan nyanyian yang entah dia nyanyi apaan. karena dari tadi cuma nana nana gak jelas. melihat itu, Minho, teman appartementnya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya yang menyanyi sambil memasak.

“tch.. tau deh, yang lagi berbunga-bunga… ampe celemeknya aja bercorak bunga. pink lagi..” gerutu Minho. Key cuma nyegir kuda. dan kembali nana nana ga jelas.

TING TONG~

Minho beranjak dari duduknya. ia membuka pintu dan mendapati namja bermata sipit dihadapannya.

“nuguya??”

“apa Key tinggal disini?” tanya namja tersebut. Minho mengangguk lalu menyuruh masuk. ia beranjak kedapur memanggil Key yang masih nana nana ga jelas.

“Key, ada yang nyari tuh..”

“nugu?” tanya Key, ia berbalik menghadap Minho yang tengah mengangkat kedua bahunya, pertanda tidak tahu. sejenak ia mematikan kompornya, lalu melepas celemek dan berjalan ke arah ruang tamu.

“Jinki?”

“oh.. hai!” sapa Jinki kikuk. Key duduk dihadapannya.

“ada apa kau kemari?” tanya Key awkward. Jinki mengubah posisi duduknya. dan langsung menatap key telak.

“aku ingin bertanya padamu. apa kau menyukai Minjee??” tanya Jinki to the point. Key tersentak lalu memandang Jinki bingung. ‘sebegitu kentaranya ya, kalo aku lagi suka sama orang?’ tanyanya dalam hati.

melihat reaksi Key yang hanya diam, Jinki merogoh tasnya. terlihat ia sedang mengambil sesuatu dari sana. setelah dapat, ia langsung menyerahkan selembaran tersebut dihadapan Key.

“undangan? siapa yang married? kau, Jinki??” tanya Key. ia meraih undangan tersebut dan membukanya. Key terbelak ketika membaca nama yang terpampang besar di undangan tersebut.

Park Minjee and Lee Jinki

“apa maksudnya ini…” ucap Key masih tidak percaya. ia masih shock dengan apa yang ia lihat sekarang ini. Key menatap Jinki, meminta penjelasan pada namja sipit tersebut.

“mianhae.. aku dan Minjee dijodohkan oleh orang tua kam. aku kesini untuk memberikan undangan tersebut padamu. geurom, aku pamit dulu..” tutur Jinki. ia meraih tasnya, lalu berjalan pergi meninggalkan Key yang masih terbelak tidak percaya.

Minho, yang melihat itu semua dari balik dinding hanya menghela nafas pelan. mencoba merasakan apa yang tengah dirasakan sahabatnya itu.

***

“aigoo.. anak eomma, noumu yeppeo…” tutur Park ahjumma. Minjee hanya menatap eommanya dengan nanar. matanya mulai memanas kembali. tidak cukup semalam suntuk ia menangis karena pernikahannya ini. otaknya dipenuhi oleh bayang-bayang wajah Key. melihat anaknya yang terlihat seperti ingin menangis, Park ahjumma memeluk Minjee erat.

“mianhae… sejujurnya, eomma ingin kamu bahagia. tapi sepertinya, kau tak akan bahagia kalau seperti ini jadinya. jongmal mianhae, Minjee..” tutur Park ahjumma. Minjee kembali menangis. setelah melepas pelukannya, Park ahjumma berjalan keluar.

Minjee melihat dirinya dalam balutan baju pengantin yang indah. ia terlihat cantik. namun wajahnya terlihat sangat lesu.

“Minjee…” tutur dua orang yeoja. Minjee menoleh dan mendapati Miorin dan Yoona yang tengah berdiri dihadapannya.

“jangan menangis…” tutur Yoona. ia mengusap air mata yang mulai terjatuh dari pelupuk mata Minjee.

“aku yakin, kau akan mendapatkan akhir yang bahagia…” tutur Miorin. Minjee hanya dapat berharap apa yang dikatakan Miorin itu benar. yah, semoga ia bahagia..

“kajja. pengantin pria telah menunggu..” tutur Yoona. mereka berdua memang bertugas menjadi pengiring Minjee ke altar pernikahannya.

musik khas pernikahan mengalun ketika Minjee yang dipandu oleh Miorin dan Yoona mulai memasuki altar. Minjee melihat Jinki yang mengenakan tuxedo berwarna putih. terlihat cocok dengan Minjee yang mengenakan gaun putih.

Minjee berdiri disamping Jinki. keduanya menatap kearah pendeta yang akan mengantar untuk mengikat mereka dalam ikatan pernikahan.

“saudara Lee Jinki. apakah anda menerima saudari Park Minjee, sebagai calon istri anda? baik dalam keadaan suka maupun duka?” tanya sang pendeta tersebut. Jinki menatap Minjee sebentar. ia menatapnya dengan tatapan yang seakan-akan berkata maaf.

“ne. saya bersedia..”

“saudari Park Minjee. apakah anda menerima saudara Lee Jinki, sebagai calon suami anda? baik dalam keadaan suka maupun duka?” tanya sang pendeta terhadap Minjee. Minjee diam, entah kenapa ada sebuah bisikan yang memintanya untuk menghadap kebelakang. ia pun menghadap kebelakang, dan melihat Key yang tengah mengulurkan tangannya pada Minjee.


I didn’t mean it
When I said I didn’t love you, so
I should have held on tight
I never shoulda let you go
I didn’t know nothing
I was stupid, I was foolish
I was lying to myself

could not fathom that I would ever
Be without your love
Never imagined I’d be
Sitting here beside myself
Cause I didn’t know you
Cause I didn’t know me
But I thought I knew everything
I never felt

The feeling that I’m feeling
Now that I don’t hear your voice
Or have your touch and kiss your lips
Cause I don’t have a choice
Oh, what I wouldn’t give
To have you lying by my side
Right here, cause baby
We belong together

When you left I lost a part of me
It’s still so hard to believe
Come back baby, please
Cause we belong together

Who else am I gon’ lean on
When times get rough
Who’s gonna talk to me on the phone
Till the sun comes up
Who’s gonna take your place
There ain’t nobody better
Oh, baby baby, we belong together

I can’t sleep at night
When you are on my mind
Bobby Womack’s on the radio
Saying to me
“If you think you’re lonely now”
Wait a minute
This is too deep
I gotta change the station

So I turn the dial
Trying to catch a break
And then I hear Babyface
I only think of you
And it’s breaking my heart
I’m trying to keep it together
But I’m falling apart

I’m feeling all out of my element
I’m throwing things, crying
Trying to figure out
Where the hell I went wrong
The pain reflected in this song
It ain’t even half of what
I’m feeling inside
I need you
Need you back in my life, baby

Minjee menatap Jinki sebentar. Jinki yang menyadari Minjee tengah melihat kearah Key, hanya tersenyum pasrah. setelah melihat itu Minjee berbisik pelan

“mianhae..” setelah itu ia melempar karangan bunga yang memang sedari tadi ia genggam. ia langsung berlari menelusuri jalan yang berujung pada Key. melihat itu senyum Key mengembang. para tamu undangan gusar. orangtua Minjee dan Jinki hanya menghela nafas, seakan-akan tahu bahwa ini akan terjadi. Taemin menghampiri Jinki, menepuk pundaknya prihatin. lalu berjalan pergi keluar ruangan.

Minjee menyambut uluran tangan Key. mereka berdua lalu berlari bersama. terpancar aura bahagia diwajah mereka. seakan-akan mereka telah resmi menjadi sepasang suami istri.

melihat itu Yoona, Jonghyun, Miorin dan Minho hanya tersenyum. Yoona bahkan menangis bahagia melihat temannya. Jonghyun sibuk menenangkan Yoona.

“betul kan apa kataku? semua pasti akan mendapatkan akhir yang bahagia. aku yakin, kau juga akan mendapatkan akhir yang bahagia, Lee Jinki…” gumam Miorin. Minho hanya mengusap kepalanya pelan. ikut membenarkan ucapan yeoja chingunya. mereka menatap Lee Jinki yang tengah berjalan keluar ruangan dari arah berbeda.

Minjee dan Key menaiki mobil Key yang terparkir manis di depan pintu masuk gedung pernikahan mereka. mereka menaikinya, dan mengemudikannya entah kemana.

mereka sampai di tepi sungai Han. Key memberhetikan mobilnya. tangannya terulur untuk mengalihkan wajah Minjee hingga menjadi berhadapan dengannya.

“saranghae, Park Minjee…”

“nado.. tapi, bukannya kau sudah punya yeoja yang kau sukai ya??”

“ya. sekarang yeoja tersebut ada dihadapanku..” tutur Key. Minjee tersenyum mendengarnya. Key merogoh saku jasnya. lalu mengeluarkan kotak berwarna merah berpita putih. ia membukanya. dan memasangkannya di jari manis Minjee. ternyata itu adalah cincin yang mereka beli tempo hari.

“would you marry me?”

“yes, i do”

Key mengecup kening Minjee lembut. dan, yaah~ sesuai harapan. mereka pun mendapatkan akhir yang bahagia. walaupun banyak rintangan yang harus dihadapi. semuanya akan ditempuh, demi meraih akhir yang bahagia. bukan begitu??

~END~

gyakakakak… *ketawa guling-giling..* so’ bet pengen romantis. jadinya malah ancur begini. ohya, untuk Park Minjee, saengil chukkae hamnida. ff ini kupersembahkan *tsaah* sebakai kado ulang tahunmu. maklumlah, lagi ga punya duit buat beli hadiah. #everyday bokek. i hope you enjoy with my fanfic. dont forget RCL~!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.